May 20, 2024

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan tiga alasan kawasan Asia Tenggara (ASEAN) menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan dunia. (Dokumentasi: BI/Istimewa).

NUSA DUA – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan tiga alasan kawasan Asia Tenggara (ASEAN) menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan dunia.

Hal ini juga menjadi tema keketuaan Indonesia di KTT ASEAN 2023, yakni ‘ASEAN Matters: Epicentrum of Growth’.

Alasan pertama, pertumbuhan ekonomi di lima negara terbesar ASEAN (ASEAN-5) mencapai 5,3 persen. Menurut Perry, ini adalah salah satu yang tertinggi di dunia.

“Tahun ini, kami berekspektasi (pertumbuhan ekonomi) di 4,6 hingga 4,7 persen, dan bisa meningkat hingga 5,6 persen di 2024,” kata Perry dalam acara High Level Seminar (HLS) From ASEAN to The World ‘Payment System in Digital Era’ di Nusa Dua, Bali, Selasa (28/3).

Alasan kedua, banyak kebijakan baik ada di ASEAN. Kebijakan itu terkait bagaimana disiplin dalam bidang moneter, bagaimana koordinasi kebijakan fiskal dan moneter, juga stabilitas dalam sistem finansial, dan reformasi struktural.

“ASEAN penting karena kebijakan-kebijakan baik itu ada di ASEAN,” imbuh Perry.

Ketiga, digitalisasi. Menurut Perry, digitalisasi keuangan di ASEAN tumbuh dengan cepat berkat populasi anak muda yang mendominasi, penggunaan internet yang luas, serta meluasnya bisnis startup.

Perry menilai banyak startup yang bertransformasi di bidang digital, sehingga turut mentransformasi ekosistem digital di ekonomi dan keuangan.

“Kita menyaksikan banyaknya startup yang naik daun. Unicorn, decacorn, ada di ASEAN. Ini juga karena kita benar-benar memiliki niat. Kita punya Asean Digital transformation framework, menggerakkan Asean ke transformasi digital,” kata dia.

Perry menambahkan hal ini tidak hanya mendukung integrasi ekonomi, tetapi juga Information and Communication Technology (ICT) dalam konektivitas sistem pembayaran lintas batas (crossborder regional payment connectivity).

Indonesia memegang Keketuaan ASEAN yang kelima kalinya pada tahun ini. Tema yang diangkat adalah ‘ASEAN Matters: Epicentrum of Growth’. Tema ini bermakna bahwa Indonesia ingin menjadikan ASEAN tetap penting dan relevan bagi masyarakat ASEAN dan dunia.

Berdasarkan catatan BI, hal ini karena Indonesia ingin membawa ASEAN menjadi kawasan yang memiliki peran penting, bagi negara kawasan dan dunia.

Baik berperan sentral sebagai motor perdamaian maupun kesejahteraan kawasan. Selain itu, Indonesia juga ingin menjadikan ASEAN sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kawasan dan dunia. DO/cnn