May 20, 2024

PEKANBARU Oiketai – Kursus Bahasa Korea Batch 1 yang diikuti oleh 11 orang dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau mendapat apresiasi yang tinggi.

Kursus ini diinisiasi oleh Ketua Senat FISIP Universitas Riau, Prof. Dr. Yusmar Yusuf, M.Psi., sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi global dosen.

Dekan FISIP Universitas Riau, Dr. Meyzi Heriyanto, S.Sos., M.Si., menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif kursus ini. Menurutnya, kemampuan berbahasa Korea akan membuka peluang kerja sama dan kolaborasi dengan lembaga pendidikan dan riset di Korea Selatan, serta memperluas wawasan dosen dalam memahami budaya dan kehidupan masyarakat Korea.

Kursus Bahasa Korea Batch 1 diadakan sebagai bagian dari program pengembangan dosen FISIP Universitas Riau. Diharapkan, setelah mengikuti kursus ini, para dosen dapat lebih siap dalam menjalin kerja sama internasional dan memperkaya pengalaman akademis mereka.

Prof. Yusmar berharap kursus ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para dosen. Ia juga mengajak dosen lainnya untuk turut mengikuti kursus serupa di masa yang akan datang.

Kursus Bahasa Korea Batch 1 berlangsung selama tiga bulan dengan intensitas dua kali seminggu. Para peserta akan dibimbing oleh pengajar yang merupakan penutur bahasa Korea yang berpengalaman dalam pengajaran bahasa Korea.

Prof. Yusmar menambahkan,  khusus untuk kelas mahasiswa Fisip yang berminat, juga akan dibuka. Satu kelas untuk sesi mahasiswa maksimal berjumlah 20 orang. “Pada saat ini baru ada beberapa mahasiswa sosiologi. Diharapkan lintas mahasiswa jurusan/prodi di Fisip ikut terlibat,” tuturnya.

Dikatakan Yusmar, lewat penguasaan bahasa asing kedua [setelah English], diharapkan alumnus Fisip bisa membuka akses kerja dan kolaborasi dengan Perusahaan Korea yang menanamkan modalnya di Indonesia. Dengan begitu, alumnus Fisip berkemampuan plus [dalam penguasaan bahasa asing].

“Pembelajaran bahasa Korea dilaksanakan di area kampus fisip. Dekan Fisip memfasilitasi beberapa ruang di gedung Pascasarjana Fisip Unri”. Sejauh ini, kata Yusmar, serapan dunia kerja alumnus Fisip masih dunia kerja konvensional.

“Ke depan, target kita mendorong dosen-dosen muda menguasai bahasa asing kedua [setelah English]. Kebetulan akses ke bahasa Korea terbuka pada tahun ini, maka dimainkan kesempatan ini secara cerdas'” paparnya.

Saat ini lanjut Yusmar, pihaknya masih berpeluang membuka kelas bahasa Jepang dan Mandarin.  Ini cara merespons pola kolaboratif dengan bangsa atau negara-negara yang banyak menanamkan modal dan permainan bisnis China dan Jepang. Khusus bagi alumnus fisip ke depan. RO/RR