DUMAI Oiketai – Dewan Kesenian Daerah (DKD) Kota Dumai untuk periode kepengurusan 2025-2030 telah terbentuk dan siap menjalankan mandatnya. Dengan visi menjadikan Dumai sebagai Episentrum Kebudayaan Melayu Riau yang dinamis, dewan yang diketuai oleh Agoes S. Alam ini menyusun serangkaian agenda strategis untuk memajukan kehidupan seni dan budaya di kota yang dipenuhi potensi maritim sekaligus kontinental ini.
Dalam dokumen visi dan misinya, DKD Dumai menekankan pentingnya seni dan budaya sebagai napas yang menegakkan jati diri di tengah dominasi lanskap industri. Lembaga ini tidak hanya berperan sebagai penyelenggara pertunjukan, tetapi juga penjaga pusaka rasa dan benteng dari kemiskinan makna di masyarakat.
“Menjulang marwah Dewan Kesenian berarti mengangkat martabat seluruh kota,” tertulis dalam pernyataan visinya, yang berkomitmen menghadirkan ruang bagi seniman, menghidupkan tradisi, dan mengajarkan nilai budi pada generasi muda.
Agenda kerja dewan dirancang dalam kerangka jangka menengah dan pendek, terbagi dalam empat pilar utama. Pertama, Pembangunan Infrastruktur & Ekosistem Kebudayaan, yang antara lain mencakup pendirian Rumah Budaya Dumai dan penyusunan database kebudayaan digital.
Kedua, Pelestarian & Revitalisasi Budaya Melayu, dengan program dokumentasi digital dan revitalisasi kesenian tradisional yang terancam punah. Ketiga, Penguatan SDM & Ekonomi Kreatif, melalui program inkubasi bisnis seni dan peningkatan kapasitas pelaku seni. Keempat, Penggalangan Jaringan & Diplomasi Budaya, dengan target menyelenggarakan festival internasional dan membangun kemitraan strategis.
Sebagai langkah awal, DKD Dumai telah menjadwalkan rangkaian kegiatan sepanjang 2025. Beberapa di antaranya adalah pertunjukan bertajuk “Panthera Tigris Sumatræ” pada 29 Juni, Bincang Teater, Festival Seni Melayu, BAND EXPO, serta partisipasi dalam berbagai event seni di tingkat regional.
Dengan struktur kepengurusan yang melibatkan berbagai unsur, termasuk dewan pembina, dewan kehormatan, dewan pakar, serta komite-komite spesifik seperti Seni Melayu, Teater, Sastra, dan Digital Kreatif, DKD Dumai periode ini bertekad kuat untuk mewujudkan transformasi kebudayaan yang nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Dumai. RO/r

